Hasil Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) merupakan dokumen yang menjadi pedoman kerja yang bersifat operasional untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja dan bersifat dinamis.Dalam menentukan dalam menyusun anjab dan ABK, terdapat serangkaian proses yang harus dilewati satu-persatu.Pertama adalah identifikasi mandat, desain organisasi, struktur organisasi, dan proses bisnis. Selanjutnya, pembentukan tim pelaksana penyusun anjab dan ABK yang kemudian akan melakukan analisis jabatan, pengumpulan data jabatan, pengolahan data jabatan, verifikasi jabatan yang terdiri dari uraian jabatan dan spesifikasi jabatan, validasi kebutuhan, serta penyusunan peta jabatan. Setelah penyusunan anjab dan ABK selesai, hasilnya kemudian disampaikan kepada Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui aplikasi e-formasi. Bagi pemerintah daerah, juga menyampaikan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja kepada Kementerian Dalam Negeri. Begitu juga Penyusunan ANJAB dan ABK diSMKN 1 Monterado yang disusun dan dibentuk oleh Staf beserta Kepala Tata Usaha di SMKN 1 Monterado, guna terlaksananya Pelaporan ANJAB dan ABK SMKN 1 Monterado
KEPALA SEKOLAH SMKN 1 MONTERADO
MUNTUH,S.Pd..
FOTO PELAKSANAAN KEGIATAN IHT TAHUN 2023
In House Training
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA "Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar Siswa"
8/25/2023
8/17/2023
Upacara Memperingati HUT RI ke-78 di Kantor Camat Monterado
Dokumentasi Guru beserta Pasukan Pengibar Bendera SMKN 1 Monterado dalam rangka memperingati HUT RI ke-78 di Kantor Camat Monterado
8/16/2023
Kegiatan Lomba SMKN 1 Monterado dalam menyambut HUT RI ke-78
KEMERIAHAN PENYAMBUTAN HUT RI ke-78 di SMKN 1 MONTERADO
8/09/2023
Pemilihan Komite Sekolah
Proses Pemilihan Ketua Komite SMK Negeri 1 Monterado Tahun Pelajaran 2023/2024
Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002). Maksud dibentukanya komite sekolah adalah agar suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologi, nilai kesepakatan, serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan potensi masyarakat setempat. Oleh karena itu, komite sekolah yang dibangun harus merupakan pengembangan kekayaan filosofis masyarakat secara kolektif. Artinya, komite sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagai kewenangan (power sharing and advocacy model), dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Komite sekolah di suatu sekolah tetap eksis, namun fungsi, tugas, maupun tanggung jawabnya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Peran komite sekolah bukan hanya sebatas pada mobilisasi sumbangan, dan mengawasi pelaksanaan pendidikan esensi dari partisipasi komite sekolah adalah meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan perencanaan sekolah yang dapat merubah pola pikir, keterampilan, dan distribusi kewenangan atas individual dan masyarakat yang dapat memperluas kapasitas manusia meningkatkan taraf hidup dalam system manajemen pemberdayaan sekolah.